Sabtu, 01 Desember 2012

PERKEMBANGAN TELEMATIKA HARI INI DAN MASA DEPAN


Selain membawa manfaat, teknologi ternyata juga mendatangkan sejumlah permasalahan baru yang berdampak sosial dan berkonsekuensi hukum. Tak terkecuali teknologi di bidang telekomunikasi, multimedia dan informatika (telematika), seperti yang marak akhir-akhir ini. Saat ini hampir semua orang bisa mengabadikan momen apapun dengan telepon genggam berkameranya. Permasalahan mucul ketika data-data yang seharusnya bersifat pribadi ternyata berpindah tangan, menyebar, dan berpotensi disalahgunakan.
Sulitnya melacak dan menangkap para pelaku kejahatan, terutama di dunia maya, membuat pihak yang berwajib tak mungkin bekerja sendirian. Mereka harus bekerjasama dengan orang-orang yang ahli di bidang telematika untuk menuntaskan kasus serupa. Kebutuhan akan keberadaan para ahli telematika ini tak bisa dihindarkan mengingat dibutuhkan kompetensi tertentu yang tak bisa dilakukan sembarang orang. Tak hanya independen, seorang ahli telematika yang baik sebaiknya juga harus bersertifikat sebagai bukti pengakuan atas kompetensinya di bidang tersebut.
Membicarakan sertifikasi di bidang telematika tentu tak bisa lepas dari peran sebuah lembaga bernama LSP Telematika. Dari lembaga inilah orang-orang yang ingin menjadi tenaga profesional di bidang telematika bisa mendapat pengesahan atas kompetensinya. Lembaga yang dibentuk pemerintah ini bertugas menyelenggarakan standarisasi kompetensi kerja, menyiapkan materi uji serta mengakreditasi unit-unit Tempat Uji Kompetensi dan menerbitkan Sertifikasi Kompetensi bidang Telematika.
Materi uji kompetensi LSP Telematika disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang telah disahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyusun SKKNI sendiri merupakan ahli telematika yang berasal dari Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Pendidikan, Kementrian Ristek dan beberapa perusahaan teknologi informasi di Indonesia.
Untuk ke depannya, perkembangan teknologi yang juga membawa sejumlah masalah seperti di atas tentu membutuhkan lebih banyak orang yang ahli di bidang telematika. Dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki dari LSP Telematika, tentu keahlian Anda di bidang ini akan mendapat pengakuan dan dapat memberikan kontribusi yang nyata demi dunia telematika Indonesia yang lebih baik.

BIDANG TELEMATIKA


BIDANG ILMU TELEMATIKA
Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang ilmu, sebagai contoh adalah:
1)  Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
2)Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
3)  Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)
3.      BIDANG USAHA YANG MEMANFAATKAN TELEMATIKA
Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Fungsinya meliputi:
1)   Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
2)   Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
3)Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
4)    Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
5)   Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah
6)      Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi
7)      Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.

Minggu, 28 Oktober 2012

FITUR TELEMATIKA

Pada dasarnya Telematika memiliki 6 fitur antarmuka, 6 fitur tersebut antara lain : 

1.Head Up Display System

Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.


Penggunaan HUD dapat dibagi menjadi 2 jenis :
· HUD yang terikat pada badan pesawat atau kendaraan chasis. Sistem penentuan gambar yang ingin disajikan semata-mata tergantung pada orientasi kendaraan.

· HMD, helm dipasang yang menampilkan HUD dimana elemen akan ditampilkan tergantung pada orientasi dari kepala pengguna.
Contoh Penggunaan HUD :





2.Tangible User Interface

Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.

Contoh Penggunaan Tangible User Interface :




3.Computer Vision

Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.

Contoh Penggunaan Computer Vision :




4.  Browsing Audio 
Data merupakan aktivitas menjelajahi dunia maya (Internet) untuk mencari informasi yang terkini tanpa batas dan tanpa birokrasi atau dikenal juga dengan istilah surfing internet (berselancar di dunia maya), software yang digunakan dikenal dengan nama web browser. Beberapa contoh web browser adalah Mozilla Firefox, Internet aexplorer, Opera, Chrome, dll. Audio adalah Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang
longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara yang dapat di tangkap oleh telinga manusia menjadi sebuah gelombang suara. sedangkan data adalah catatan atas suatu kumpulan fakta. jadi audio data adalah suatu data-data atau kumpulan dari suara atau bunyi.

Contoh penggunaan Browsing Audio :



5. Speech Synthesis
Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.

Contoh Speech Synthesis :



6. Speech Recognition 
Juga dikenal sebagai pengenalan suara otomatis, pengenalan komputer pidato, pidato ke teks, atau hanya STT. mengkonversi kata yang diucapkan dengan teks. Para "pengenalan suara" istilah kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada sistem pengenalan yang harus dilatih untuk pembicara tertentu-seperti halnya bagi sebagian besar perangkat lunak pengenal desktop. Menyadari pembicara dapat menyederhanakan tugas menerjemahkan pidato.

Contoh Speech Recognition :





Minggu, 07 Oktober 2012

PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA


Definisi Telematika.
Telematika berasal dari dua kata, yaitu Telekomunikasi dan Informatika. Telematika adalah pertemuan antara sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Kata Telematika  berasal dari negara Perancis yaitu "TELEMATIQUE" Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam buku L’informatisation.

Pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk telematika ini adalah layanan dial-up ke internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Ragam Bentuk Telematika.
Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-bentuk tersebut adalah:

1. E-goverment.
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.

Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.

E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan internasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

2. E-commerce.
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, sampai membuat claim.

Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E- commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri), bahkan membeli pulsa.
3. E-learning.
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.

Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.
Peranan web kampus atau sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
 
Perkembangan Telematika di Indonesia.
Ragam bentuk telematika yang dipaparkan disini, tidak terlepas dari perkembangannya di masa lalu. Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi.Periode ketiga ini dimulai pada tahun 2000.

1. Periode Rintisan.
Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Jhhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka. 

Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. 

2. Periode Pengenalan. 
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.

Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.

Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

3. Periode Aplikasi.
Pada awal era millennium, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.

Contoh Penggunaan Telematika.
Perkembangan teknologi informasi terakhir, khususnya ledakan informasi dalam dunia maya atau telematika (cyberspace) dan internet membawa perubahan ke segala aspek kehidupan manusia, pendidikan, hiburan, pemerintahan, dan komunikasi. Istilah telematika menunjuk kepada sebuah ruang elektronik (electronic space), yakni sebuah masyarakat virtual yang terbentuk melalui komunikasi yang terjalin dalam sebuah jaringan komputer (interconnected computer networks).

Harapan dengan adanya pengembangan Telematika.
Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, penulis berharap telematika terus membawa implikasi diberbagai bidang. Seperti misalnya beberapa kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.

Selain itu penulis juga berharap Pemerintah di Indonesia dapat semakin meminimalisir penyalah gunaan telematika seperti peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, yang sekarang ini dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah.




Selasa, 22 Mei 2012

RESENSI NOVEL "SANG PEMIMPI"

Pendahuluan

Sang Pemimipi adalah novel yang menceritakan perjuangan tiga anak Belitong yang tinggal disebuah kampung Melayu. Mereka berjuang untuk meraih mimpi-mimpi  mereka.  Meskipun mereka  hidup ditengah  kemiskinan,  mereka tidak mempedulikannya. Mereka mempunyai semangat yang membara, semangat yang tidak bisa diredam oleh apapun untuk meraih mimpi-mimpi mereka. Sang Pemimpi itu adalah Ikal, Arai, dan Jimbron. Bagi mereka mimpi adalah energi bagi kehidupan mereka masa kini untuk melangkah menuju masa depan yang mereka cita-citakan. Berdasarkan alasan itulah maka penulis merasa tertarik untuk meresensi novel Sang Pemimpi ini. Dengan harapan dapat tertular oleh semangat juang karakter yang di bentuk dalam novel untuk menyelesaikan perkuliahan penulis.


Ringkasan Buku

Novel ini menceritakan kisah memoar kehidupan Ikal, Arai, dan Jimbron dalam mewujutkan impian mereka. Semua kisahnya tersaji dalam 18 mozaik yang tidak terlalu panjang. Ada beberapa kisah yang menggugah, namun ada juga beberapa kisah yang lucu. Seperti pada mozaik bioskop, yang menceritakan kenakalan Ikal dan kedua sahabatnya. Selain itu, disela-sela kisah ketiga pemimpi yang terdapat dalam novel Sang Pemimpi, pembaca juga akan disuguhi potret landskap pulau Belitong lengkap dengan kondisi sosialnya.  

Arai sebenarnya masih memiliki hubungan darah dengan Ikal. Dia sejak kecil sudah yatim piatu. Karena Arai tidak memiliki saudara lagi, maka dia diasuh oleh orang tua Ikal. Bagi ikal, Arai adalahsaudara sekaligus sahabat terbaiknya. Jimbron, dia adalah sosok yang rapuh. Dia berbicara dengangagap semenjak ayhnya meninggal dunia. Jimbron sangat terobsesi dengan kuda, karena diBelitong saatitu belum ada kuda. Jimbron memiliki kisah yang unik dengan obsesinya terhadap kuda. Anda akanmerasa terhibur dengan tingkah Jimbron. 

 
 Komentar Penulis

Ada potongan mozaik yang membuat penulis kecewa dalam cerita dalam novel, yaitu pada kalimat "Tak terasa aku telah menyelesaikan kuliahku" (hlm. 250). Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan dari pengarang tentang kisah ini. Semoga kisah yang disembunyikan itu akan di ceritakan dalam novel selanjutnya.

Kesimpulan

Novel Sang Pemimpi, merupakan kelanjutan dari tetralogi Laskar Pelangi. Akan tetapi, didalam isi cerita Novel Sang Pemimpi, tidak menceritakan tentang anggota Laskar Pelangi yang selalu bersama dalamcerita dari novel Laskar Pelangi.  Saran penulis adalah untuk terlebih dahulu membaca novel pertama yaitu Laskar Pelangi sebelum membaca Novel Sang Pemimpi. Agar lebih dapat merasakan "feel" yang tersirat di Novel tersebut.

Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata 
Penerbit : Bentang
Cetakan : Cetakan keduapuluh lima, Oktober 2009
Kategori : NovelTebal : X + 292 hlm

TIDAK ADA HUJAN SALJU DI SUMATERA.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Syahrial menyatakan berita tentang adanya badai salju di daerah itu yang merusak 48 rumah dan beberapa sekolah tidak benar.

“Tidak benar adanya badai salju, hanya hujan lebat dan angin kencang yang melanda Sijunjung Rabu (28/3) malam yang menyebabkan delapan bangunan rusak,” katanya di Muaro Sijunjung, Kamis.

Dia menyebutkan, rumah yang mengalami rusak berat yakni dua rumah warga di (dusun adat) Jorong Padang Rana, dan satu rumah dinas guru di Jorong Kandang Harimau.

Badai tersebut juga menyebabkan lima bangunan mengalami rusak ringan dan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sejak malam, katanya, petugas BPBD telah membersihkan dan membereskan puing-puing rumah yang roboh tersebut.

Namun akibat hujan lebat yang terus menerus Rabu malam menyulitkan upaya petugas untuk membersihkan puing-puing rumah warga yang rusak, dan dilanjutkan pada hari ini.

BPBD bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung memberikan bantuan kepada kepala keluarga yang menjadi korban bencana tersebut berupa makanan, minuman dan beberapa selimut dan keperluan rumah tangganya.

Dia menambahkan, Wakil Bupati Muchlis Anwar telah meninjau langsung ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari BPBD.

Sementara salah seorang warga Sijunjung, Ardi (24) juga tidak membenarkan adanya badai salju di daerah itu.

Sepengetahuannya, sekalipun ada hanya hujan lebat yang disertai titik-titik es, namun kejadian itu pernah terjadi tahun 1988 dan 2004 di Sijunjung.

Kepala Seksi Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Sijunjung Syafaruddin mengungkapkan saat terjadi hujan lebat dan angin kencang pohon yang berada dekat dengan rumah warga tumbang dan menimpa dua rumah penduduk di Jorong Padang Rana.

Dia menambahkan, dari laporan penduduk dan petugas BPBD, sebuah rumah dinas guru sekolah dasar di Jorong Kandang Harimau robohnya karena angin kencang.

“Saat hujan lebat atau angin kencang kami biasa melakukan patroli dilakukan untuk menanggulangi bencana longsor dan penduduk yang hanyut terutama yang tinggal di sekitar sungai,” kata Syafaruddin.

KEKERASAN GENK MOTOR (KEMBALI) TERJADI.

Dalam beberapa waktu terakhir ini, kita disuguhi sebuah fenomena kekerasan yang dilakukan komunitas yang bermula dari hobi, namun aktivitasnya berujung keonaran hingga kriminal. Di sejumlah kota, kelompok yang familiar disebut geng motor kembali berulah.
Kelompok ini terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, bahkan sampai menelan korban jiwa. Kekerasan itu tak hanya melibatkan atau membenturkan sesama geng motor, tapi juga telah meresahkan warga masyarakat.
Kebrutalan geng motor terjadi pada Jumat (6/4) dinihari saat sekelompok orang bermotor mengeroyok seorang warga di Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Korban bernama Rahmad Gunawan tewas dalam pengeroyokan. Polisi mengatakan kejadian itu dilatari balas dendam.

Pada Ahad (8/4) dinihari, empat warga juga dikeroyok sekitar 30 pemuda berambut cepak di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakpus. Kelompok yang menumpang 15 motor lebih itu juga melakukan aksi pembakaran motor.

Sehari sebelumnya, empat remaja, satu di antaranya tewas dengan kondisi mata tertusuk di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara. Mereka dikeroyok lebih dari 15 orang pemuda yang ditengarai polisi merupakan anggota geng motor.

Aksi kekerasan geng motor tidak saja terjadi di Jakarta, tetapi juga di daerah lain seperti Makassar, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Pekanbaru.

Aksi kekerasan yang melibatkan geng motor tentu saja tak bisa dipukul rata, karena tidak semua geng motor terlibat aksi kekerasan yang meresahkan warga. Geng-geng motor resmi sebagian besar dikenal cukup proaktif dalam membantu kegiatan kemasyarakatan, pemerintah dan bahkan aparat kepolisian.

Namun demikian, pembiaran terhadap aksi kekerasan yang dilakukan geng motor liar tentu bisa merusak citra geng motor resmi, termasuk pengguna motor gede (moge). Tak hanya itu, aksi kekerasan yang terus terjadi di beberapa tempat tentu juga bisa merusak citra kelompok-kelompok informal anak muda yang tujuan awalnya sangat baik.

Fenomena Kekerasan

Aksi-aksi kekerasan yang melibatkan geng motor bak melengkapi fenomena kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat kita. Seakan tiada hari tanpa kekerasan dan anarki. Aksi-aksi kekerasan yang setiap kali muncul tersebut melibatkan kelompok atau individu dengan berbagai alasan, mulai ideologi, politik sampai masalah-masalah yang sangat sepele.

Kekerasan atas nama agama, suku, ras dan keyakinan tertentu sering dianggap kekerasan bernuansa ideologis. Orang tidak ragu-ragu lagi melakukan aksi kekerasan karena alasan ideologis. Orang-orang semacam itu rela bunuh diri untuk suatu ideologi tertentu, seperti tercermin aksi-aksi kekerasan yang dilakukan teroris.

Namun harus juga disadari bahwa ideologi sering juga dijadikan oleh seseorang atau kelompok tertentu sebagai alat untuk menekan (dengan tindakan kekerasan) seseorang atau kelompok lain. Dalam konteks itu, alasan ideologi dalam kekerasan kadang juga bercampur atau dimanfaatkan untuk kepentingan politis, seperti terjadi dalam pelbagai persaingan politik.

Selain itu, kekerasan yang dilakukan beberapa kelompok di masyarakat sering karena alasan sepele. Tawuran antarpelajar, mahasiswa, pendukung sepakbola, kekerasan geng motor, sampai konflik antarkelompok masyarakat (konflik sosial horizontal) kerap disebabkan masalah sederhana, seperti salah paham dan saling ejek.

Fenomena siklus kekerasan di sekitar kita kenyataannya sulit dihentikan karena berbagai kondisi. Fenomena ini juga sudah ada sejak lama, tetapi makin semarak sejak era reformasi dan demokrasi sekarang ini.

Reformasi yang bertujuan untuk menegakkan kehidupan demokrasi dan pemerintahan yang bersih dan baik sejauh ini masih menghadapi berbagai kendala. Semangat reformasi mulai luntur, dan penonjolan yang mengemuka hanya retorika dan euforia reformasi.

Kebebasan menyampaikan pendapat seringkali keluar dari norma demokrasi, bahkan euforia kebebasan dijadikan “pembenaran” untuk bertindak melanggar hukum, termasuk melakukan aksi kekerasan. Padahal tindakan melanggar hukum jelas tidak sejalan dengan semangat reformasi dan demokrasi itu sendiri.

Demokrasi yang benar harus berjalan dalam rel penegakan hukum  dan etika. Demokrasi tanpa hukum dan etika akan memunculkan anarki. Orang yang percaya pada demokrasi harus percaya pada berlakunya hukum itu sendiri.

Lagipula, kekerasan bukanlah adab kemanusiaan kita. Di Indonesia, aksi kekerasan dalam wujud apapun jelas bertentangan UUD dan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Dalam agama Islam, jalan musyawarah lebih diutamakan dalam menyelesaikan suatu masalah, karena Islam adalah agama damai.

Jadi kalau ada yang mengaitkan (ajaran) Islam dengan kekerasan, termasuk terorisme, jelas suatu pandangan keliru.

Secara psikologi, maraknya kekerasan  bercorak sosial mengambarkan situasi kejiwaan masyarakat kita. Ada yang menyebut, maraknya kekerasan, korupsi, dan penyimpangan sosial merupakan fenomena masyarakat yang sedang sakit.

Orang tidak peduli dengan orang lain atau kelompok lain. Mereka hanya peduli dengan dirinya dan kelompoknya sendiri. Kekerasan yang dilakukan pelajar, mahasiswa dan geng motor, misalnya, jelas menggambarkan adanya situasi “alienasi sosial”.

Situasi semacam itu dalam batas tertentu bisa “dimaklumi” mengingat tidak sinkronnya antara ideal pendidikan dengan realitas sosial. Di kota besar, seperti Jakarta, ruang-ruang  bagi proses kreatif anak dan remaja kian hilang.

Ruang-ruang terbuka tempat warga (terutama anak dan remaja) untuk bersosialisasi makin susut digantikan mal dan pusat-pusat perbelanjaan. Tentu saja, ruang-ruang komersil semacam itu hanya bisa diakses sebagian masyarakat saja, dan tidak bisa menggantikan fungsi ruang-ruang terbuka.

Di sisi lain, beban dan himpitan ekonomi juga bisa memicu orang atau masyarakat untuk bertindak anarki dan melanggar hukum. Ketimpangan sosial dalam masyarakat, kemiskinan dan pengangguran yang luas dapat menjadi “api dalam sekam” bagi aksi kekerasan di tengah masyarakat.

Menghilangkan atau meminimalisir kekerasan dalam masyarakat jelas bukan pekerjaan mudah. Di tengah pelbagai situasi ketidakpastian hukum dan rendahnya kepercayaan masyarakat pada aparat, menormalisasi kondisi sosial semacam ini jelas tak semudah membalikkan telapak tangan.

Keteladanan pemimpin dan aparat keamanan jelas menjadi pekerjaan rumah yang utama. Jika persoalan dasar ini selesai, perkejaan rumah lain, seperti pembenahan regulasi dan pembentukan tertib sosial, hanya akan mengikut saja. (Baihaqi Hidayat, pengamat masalah sosial).